Hanya sunyi yang mengiringi perjalanan mereka sampai tempat tujuan. Hingga sekarang keduanya telah sampai dan keluar dari mobil .“ Ayo sini cakk , ikut Gue!” ajak Alvin sambil menarik tangan Cakka.Ternyata Alvin mengajak Cakka ke sebuah pantai nan indah yang keliatannya belum pernah terjamah.“ Ke pantai ? Mau ngapain ?” batin cakka.“ Kita ngapain sih kesini ?”“ Udah dech diem aja. . . Yach ketinggalan, Lo tunggu gue di deket karang itu ya,ada barang gue yang ketinggalan di mobil. .” Ujar Alvin sambil membalik badan dan kembali ke mobil.Sementara Cakka hanya mengikuti perintah Alvin untuk menuju ke sebuah batu karang di tepi pantai tersebut. Tak lama Alvin pun datang . . .“ Lo mau ngapain sih Vin ? Tu juga kertas apaan ?““ Duduk dech ! Baiknya Gue cerita dari mana ya ?”“ Terserah dech,yang penting cepetan di mulai,”“ Cakk,Lo tau kan akhir akhir ini kepala Gue sering sakit dan sering banget kadang bikin Gue hampir pingsan.” Alvin memulai ceritanya . . .“ Terus ????”“ Beberapa hari yang lalu Gue periksa ke dokter karna gue udah ga tahan,terus saat itu juga dokter nyuruh gue buat rontgen daerah kepala,dan kemarin Gue ambil hasil rontgennya…”“ Hasilnya ???”Bukannya malah ngejawab, ALvin malah langsung memeluk Cakka sambil menangis di pundak Cakka. Cakka bingung apa maksud sahabatnya bersikap seperti itu. Tanpa ragu ragu lagi Cakka langsung merebut kertas yang dibawa Alvin dan langsung membacanya..Dalam surat keterangan itu mendiagnosis dengan seterang terangnya kalau “ Saudari Alvin Jonathan Sindhunata positif mengidap penyakit kanker otak stadium akhir ”. Cakka berkaca kaca membaca surat keterangan itu.“ Vin, Lo bohong kan ?” ucap cakka dengan menitikkan air mata.“ Lo bisa liat sendiri kan Cakk,itu semua bukan rekayasa,hidup Gue bentar lagi berakhir,bentar lagi Gue akan ninggalin Lo buat selama lamanya. Harapan hidup Gue udah kecil banget. Cakka Gue harap Lo bisa buat Gue bahagia di penghujung hidup Gue ini . Lo janji kan Cakk??”“ Nggak,Lo nggak boleh bilang gitu Vin,kita nggak boleh pisah, nggak boleh . . .”ucap Cakka dengan memeluk Alvin semakin erat.“ Udah dech nggak usah nangis, biarin aja semuanya terjadi,biarin aja mati gara gara penyakit ini Cakk !” ucap Cakka sambil mengusap air mata yang mengalir deras di pipi Cakka.“ Hus ! ! Lo ngomong apaan sih Vin? kga baek ngomong kayak gitu . . .”“ Semuanya percuma,percuma ,nggak ada gunanya lagi,percuma semua yang gue lakuin nggak pernah berarti,orang tua gue aja udah nggak mau ambil pusing sama apa yang gue kerjain . . .” ucap Alvin sambil maanya tetap menerawang jauh pada gulungan ombak ditempat itu.“ Udahlah berhenti ngomong yang enggak-enggak ! Lebih baik kita pulang aja, gue nggak mau ngeliat ini semua lagi,karena kita berdua nggak akan pernah berpisah Lo tau itu kan ?” sahut Cakka sambil beranjak dari tempat duduknya tadi. “ Tapi Cakk, setiap ada pertemuan disitu juga pasti ada perpisahan . . . .” “ Nah yang itu kan semboyan Lo, bukan gue !” ucap Cakka sambil berlari pergi meninggalkan Alvin. Seketika aLVIN terdiam mendengar semua ucapan Cakka, dan dengan cepat ia berdiri dan langsung mengejar Cakka yang ternyata telah berada di dalam mobil Alvin.“ Lo mau kemana ?” tanya Alvin begitu melihat Cakka sudah memegang stir mobil Alvin dan telah menyalakan mesin mobil. “ Gue mau pulang,gue udah nggak tahan ngedenger semua ocehan Lo yang nggak berguna itu,”jawab cakka dengan muka yang memerah. “ Tunggu dong Cakk! Lo jangan marah gitu !” Ucap Alvin sambil mengetok ngetok kaca mobilnya. Dan tiba tiba Alvin merintih kesakitan sambil memegangi kepalanya . . . “ Vin, Lo kenapa ??” Seketika itu juga Cakka langsung turun dan menopang tubuh Alvin yang sekarang udah pingsan . . . “ Alvin bangun Vin ! Bangun !” “ Ya allah Alvin kenapa ?? Toloong . . . tolooong . . .” cakka yang panik hanya bisa berteriak minta tolong dan tanpa ia sadari di tempat itu sama sekali tak ada orang. Setelah ia sadar bila ditempat itu tak ada orang sama sekali, Cakka segera menuntun tubuh Alvin yang lemah tak berdaya menahan sakit menuju ke dalam mobil. Setelah itu Cakka langsung tancap gas dan membawa Alvin ke rumah sakit.
Lalu apakah yang akan terjadi pada Alvin setelah sampai di rumah sakit dengan cakka ??
Tunggu di cerita selanjutnya ajja iya !!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
tunggu part selanjut.a ya .
BalasHapus